Rabu, 15 Agustus 2012

Catatan Hati (Mozaik 2)


                Kadang bingung sendiri dengan apa yang bisa kuupayakan dengan mimpiku? Apa ini benar-benar jalan yang akan membawaku ke sana? Aih, memikirkannya memang membuat sulit akhir-akhir ini. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, saat aku masih dengan senyum lebarnya membayangkan perjuangan yang penuh pertualangan itu, dan mimpi-mimpiku untuk bisa seperti mereka yang sudah berhasil menginspirasiku. Benar-benar sangat menyenangkan!
        Namun sekarang, .. belum apa-apa, aku sudah merasa sakit. Lelah… padahal ini baru beberapa bulan kujalani. YA! Rima~ssi! Kemana semangatmu yang dulu? Di mana motivasi-motivasi yang waktu itu dengan lantangannya kauucapkan di hadapan mereka-mereka yang meragukanmu?
        Belum sampai 2 bulan di kost’an, aku sudah rindu dengan rumah. Padahal mimpinya mau ke luar negeri.
        Hey, jangan tertawa! Aku tau ini sangat memiriskan. Bahkan akupun kadang kasian dengan diriku.
        Dulu aku pernah heran, mendengar cerita-cerita teman yang sudah terlebih dahulu mengecap rasanya menjadi perantauan dari aku. Tidak sedikit yang bercerita kalau mereka sering melampiaskan rasa rindu terhadap kampung halaman itu dengan menangis, menangis dan menangis.
        “Kenapa sih harus menangis? Bukannya itu suatu yang menyenangkan?”
        Itu kata-kata dulu. Sewaktu belum merasakan yang sebenarnya. Masih menatap dalam kacamata sang anak yang terinspirasi cerita novel.
        Setelah terjun langsung, aku baru tahu. Semua yang kuanggap mengasyikan itu hampir saja membuatku menangis.
        Tolong, Rima coba tahan! Ini belum seberapa. Perjalananmu bahkan belum boleh dibilang sudah mencapai titik awal. Ini baru beberapa langkah, .. jadi bertahanlah.
        Setidaknya aku masih punya malu pada diriku sendiri. Menjadikan aku berusaha untuk bangkit, menanam kuat-kuat mimpiku di dalam hati, lalu memunguti serpihan-serpihan semangat yang sempat berhamburan diterpa angin kegundahan.
        Mulai sekarang, .. jangan berpikir tentang hal-hal yang membuatmu lemah! Tapi pikirkan apa yang bisa kauupayakan agar mimpimu terwujud! Berjuang dan berpetualanglah, sebagaimana mereka yang menemukan kesuksesan dan jati dirinya ketika diperantauan.
        RIMA, HWAITING! FIGHTING!
        ***
Catatan; 14-Agustus-2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar